25 Februari 2011

Engkau Ada dan Tiada

Tanah menangis pipinya yang kemerahan basah oleh airmata langit senja seikat lidi berdiri tegak di pinggir akhiran engkau menunggu yang pasti datang tanpa sesiapa Kabut datang kabut pergi gigil meresap tiada rasa terhisap engkau terdiam, belum juga terjaga Kesunyian meratakan fana engkau ada dan tiada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar