18 Desember 2011

Kenali Aku Sebisamu

Meski tahu dia selalu ada untukmu, tak berarti kamu harus mencarinya ketika butuh. Tak peduli betapa besar cintanya, suatu saat dia akan lelah......
Cinta itu telah benar-benar hadir diantara kita, bahkan kehadirannya melebihi dari apa yang kita ketahui saat ini. Hanya saja, kita masih merasa ragu terhadap perasaan kita masing-masing, atau menunggu moment yang tepat untuk mengutarakannya?, entahlah biarkan saja waktu yang mempertemukan kita. Lagipula terlalu dini bagi kita untuk saling menautkan perasaan pada ikatan dalam bentuk apa pun. Lalu apa yang harus dilakukan?. 
Kenali aku sebisamu, sepemahamanmu dan sesederhana mungkin, hingga aku benar-benar hadir padamu dengan kelebihan dan kelemahanku, sederhana kan?. Begitu juga denganku, tanpa dipaksa oleh siapa pun aku akan belajar mengenalmu melalui segala penjuru inderaku, mataku akan kutunjukkan pada wajahmu yang anggun, hidungku akan kubiasakan untuk menghirup bau nafasmu yang tak pernah lepas berdzikir, mulutku akan senantiasa mengingatmu dalam doa, dan rasaku, selalu dan selalu terasa dekat dengan detak jantungmu. Sederhana kan…!!!!!

Pertama dan Terakhir

Assalamualaikaum……!
Sulit banget yach....untuk ketemu sama Neng walau hanya sebentar saja, maklum mungkin saat ini lagi sibuk-sibuknya. Tapi nggak papalah jika itu lebih baik, mungkin…..!
Terkejut dan setengah tak percaya ketika pagi-pagi Mbak ***** ke arta dan bilang "Fan…! Ada apa kau sama *******?", sejenak aku terdiam, sambil main laptop tanpa terbebani aku jawab perihal pertanyaan  Mbak Naeila tadi "Nggak ada pa-pa mbak….!".
"Soalnya dia tadi malam Es-Em-Es ke saya nadanya bikin hati terenyuh, dan seakan-akan gimana gitu….!" Si embak masih mepersoalkan es-em-es yang aku sendiri nggak tahu apa itu isinya…..!
"Sudahlah embake….!, saya tekankan ngaak ada papa antara saya dengan dia ", aku coba meyakinkan dia, agar cepet-cepet pergi berangkat kerja….Hugh….!. pagi-pagi buta udah bawa masalah…..aku memaki saat itu….!.
Neng…..! kasihan mbake sebegitu perhatiaanya ke aku, sampai masalah pribadiku juga di denegrin dan di persoalkan….dasar mbak…..!!!.
"Perasaan apa mbak….", sedikit keterangan yang sempat aku denger dan kuingat dari ucapan mbake. Perasaan….?"Emang Gua Pikirin".
Maaf sebelumnnya Neng….! Gara-gara perasaan saya bikin hidup orang lain tak sejahtera, rasa sayang ini udah ganggu ketentraman orang lain. Cinta ini bikin orang terbebani. Yaampun……kenapa baru tahu sekarang….padahal udah lama banget memudar…….entah kapan…..! mudah-mudahan aja nggak menghantui orang………, nggak dech….belum mati udah jadi hantu duluan…..amit-amit….!.
Harapan, atau berharap……., siapa yang  berharap….? Dan siapa yang diharapkan….nggak jelas….(Moksa)!. Saya katakan dan saya yakinkan nggak ada sedikitpun harapan dalam diri saya tentang apapun…..! nggak ada yang perlu di persoalkan……! So tenang aja "Jangan risau kawan". Anggap aja nggak ada papa….dan siapa-siapa……mau terbang kek, jumpalitan kek, mau keluar dari arta kek…..jalan sama siapa kek terserah…….! Nggak bakal ada yang peduli……!
Nangis…….Cowok kok "Ce_Me_en"…….! Aku nangis bukan nangisin seseorang…….!, tapi karena nyesel……mikirin orang yang tak pernah sedetikpun mikirin aku………………..! Aku nangis bukan nangisin seseorang…….!, tapi mangkel&benci pada diri sendiri yang tak sadar di tipu oleh ketidak pastian…………..! Aku nangis bukan nangisin seseorang…….!, tapin rasa haru dan bangga karena punya cinta, sayang dan setia yang dalam…..!
Mulai detik ini, nggak bakalan ada tetesan air mata sia-sia….titik…..!.
Sekarang….! Silahkan nikmatin kehidupan barumu, manfaatkan sebaik-bainya…..Selamat tinggal…..!

Arta 21/02/2009

Tutorial Photoshop Dasar

Tutorial Photoshop Dasar

17 Desember 2011

12 Rahasia Kartun Doraemon

Siapa sih yg nggak kenal Doraemon? Tokoh titular robot kucing yg lucu & menggemaskan ini memang sdh jadi sebuah sosok "Lintas Generasi." Sy tanya sama Nenek, Ibu, Om, Tante, dll dari saya saja.. semua segera tahu & tanggap plus pasang senyum sumringah kalau ditanya atau suruh membahas soal tokoh anime/manga besutan duo Fujiko Fujio ini.
Nah... selama ini, sebagai seorang Doramaniac (istilah yg aneh, memang), saya kira selama ini saya sudah tahu hampir segala hal mengenai Doraemon... namun ternyata tidak! Bgmn dgn agan2 sekalian? Yuk, mari kita uji pengetahuan Anda di mengenai si robot kucing biru ini dgn beberapa fakta2 menarik mengenai Doraemon yg saya kumpulkan dari berbagai sumber...

1. Apakah arti nama "Doraemon"?
Nama Doraemon sebenarnya diciptakan dari 2 patah kata: Dora & Emon. Dora adalah semacam plesetan dari "Nora" yg berasal dari "Nora-Neko" yakni stray cat. Emon adalah semacam kata tambahan tradisional untuk nama dari manusia atau binatang yg berjenis kelamin laki-laki, misalnya Ishikawa Goemon.
Secara harafiah, nama Doraemon bisa diartikan "Stray male cat" (kucing liar jantan)
Dora sebenarnya bisa juga berarti "gong" (inilah "dora" yg dipakai dalam nama kue dorayaki)... Meski bukan itu "dora" yg dipakai di nama Doraemon... namun ini menjadi semacam plesetan, di mana tubuh Doraemon memang bundar-bundar seperti gong.
 

2. Apa kode produksi dari Doraemon?
Ya! Doraemon memiliki kode produksi ternyata, yakni MS-903. Ini adalah nama asli Doraemon sebagai robot, & dengan nama inilah ia dipanggil oleh sang pemilik pabrik robot di mana ia diproduksi.
Nama ini disebutkan dalam episode ulang tahun Doraemon tahun 2007.

3. Kapan Doraemon Selesai Diproduksi ?
3 September 2112 adalah tanggal di mana Doraemon selesai diproduksi

4. Apa angka keberuntungan dari Doraemon?
Doraemon memiliki berat 129,3 kg (285 lbs) & tingginya 129,3 cm (4'3 "). Ia bisa berlari sampai 129,3 km / jam (80,3 mph) ketika ketakutan & melompat 129,3 cm (424,2 kaki) ketika terancam bahaya. Kekuatan maksimumnya 129,3 bhp. Lingkar pergelangan tangannya 129,3 mm. lingkar kepalanya & lingkar da&ya adalah 129,3 cm. Kakinya berdiameter 129,3 mm. Ia diproduksi pada September 3, 2112 (lagi-lagi 12/9/3), di Pabrik Robot Matsushiba.

5. Siapa mantan pacar Doraemon di abad 22?
Noramyako. Ia disebutkan di Bonus Data-Data Doraemon di Tankoubon volume 11. Noramyako memutuskan Doraemon gara2 Doraemon dirasa terlalu pendek untuknya (setelah kupingnya putus digigit tikus).

6. Apa warna asli Doraemon?
Warna cat asli Doraemon adalah kuning. Setelah tahu bahwa telinganya digigit tikus, ia dalam depresi, menyelinap ke atas menara, di mana ia minum ramuan berlabel "kesedihan". Ketika ia menangis, warna kuningnya luntur & suaranya berubah karena ramuan tsb.
Doraemon pandai bahasa Inggris, gan, karena paham istilah bahasa Inggris "In Blue" yg artinya "sedang sedih"

7.Apakah Doraemon Sekolah ?
Ya. Menurut serial spin-off dari Doraemon "The Doraemons", nama sekolah dari Doraemon sederhana saja, yakni Robot School

8.Siapa Nama Gurunya Nobita yang sering marah -marahi nobita ?
Tokoh Pak Guru yg sebenarnya juga sangat mencemaskan Nobita (tapi dasar Si Nobita males2an aja, jadi ya...) ini memang sebenarnya dari awal tidak mempunyai nama & hanya disebut Sensei aja. Namun, pada versi yg diputar di Nihon Television, ia diberi nama asli "Ganari"

9. Kenapa Doraemon Dan Dorami Dikatakan Saudara ?

Ini menjadi misteri yang menarik... mengapa Doraemon dan Dorami disebut sebagai kakak beradik?
Ternyata, karena mereka berdua "dilahirkan" dari satu tangki minyak yang sama...dan "Doraemon" lahir lebih dahulu dari Dorami (2 tahun lebih tua), sehingga ia disebut "kakak", kemudian Dorami juga disewa oleh keluarga Sewashi setelah Doraemon, sehingga ia disebut "adik."

10. Kenapa Dorami Lebih Hebat Daripada Doraemon ?
Menurut data, Dorami lebih hebat dari Doraemon... Dorami mampu menghasilkan energi sebesar 10000 tenaga kuda, silakan bandingkan dengan Doraemon yang hanya bisa mengeluarkan sebesar 129.3 tenaga kuda (angka hokinya Doraemon nih )
Tapi kalau "lebih popular yang mana...?", ane rasa agan2 tau sendiri lah

11.Asal Mula Munculnya Dorami Dalam Kehidupan Nobita ?
Dorami sebenarnya tidak langsung muncul dalam keluarga Nobita, namun di keluarga cicit-cicitnya Nobita di abad 22 yakni Sewashi. Dorami dibeli untuk menggantikan Doraemon, yang dikirim untuk menemani Nobita. Yang memiliki Dorami adalah Sewashi dan yang mengirim Dorami (dan Doraemon) juga Sewashi. Dorami biasanya dikirim untuk menggantikan tugas Doraemon menjaga Nobita apabila Doraemon sedang dalam urusan penting sehingga ia tidak bisa menemani Nobita, misalnya saat ia harus di-tune up di pabrik.

12.Kenapa Doraemon Takut Sama Tikus ?
Doraemon takut sama tikus karena trauma sebab kuping robotnya digerigiti robot tikus juga saat ia tidur siang...tapi ane yakin bukan ini jawaban yang dicari agan

Mengapa"harus" takut sama tikus? Jawabannya mungkin agak tidak bermutu dan sama sekali BUKAN fakta, hanya sekedar opini ane: ya karena Fujiko Fujio maunya begitu.

Was I joking? No, seriously! Fujiko Fujio terkenal dengan imajinasi mereka yang tinggi bahkan di karya2 mereka selain Doraemon. Mereka gemar menciptakan unsur2 humor segar yang bahkan belum pernah dikemukakan di zaman itu. Anggaplah mereka ini JK Rowling-nya Jepang di zaman baheula.

Dengan dasar pikiran begitu...saya hanya menebak-nebak bahwa duo Fujiko Fujio tahu, bahwa dengan menciptakan reversed hunting (tikus menakuti kucing, kucing menakuti anjing, manusia menakuti hantu) sebagai running gag di Doraemon... maka akan menambah unsur komedi yang ajeg di serial ini, sekaligus mempertinggi kesan bahwa Doraemon adalah robot yang "adorable" dan tidak berbahaya bagi manusia sebab ia toh takut dengan hanya....tikus, mangsa alaminya.

Sumber: http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2011/12/12-rahasia-kartun-doraemon.html

Rasa yang Berhenti Bergeming

Aku siap….!!!!
Bagaimama pun aku harus mengatakan itu, meski harus dipaksakan dan terasa berat, aku harus tetap mengatakan “Aku telah siap, untuk melangkah, menyelesaikan perjalanan yang tingggal beberapa langkah lagi, menggapai harapan yang kemarin sempat terbengkalai…!!!”

03 Januari 2011-01-07
Aku memutuskan meninggalkan semuanya, mulai dari kuliah, amanah dari beberapa orang yang masih mempercayaiku, juga beberapa tugas yang dari kemaren belum terselesaikan, terutama tanggung jawab terhadap hidupku sendiri.
Aku pergi….!!!
Meninggalkan kenangan dan hiruk pikuk kota Surabaya. Aku sengaja menlakukan itu, kepergianku telah terencana denngan matang, jauh hari aku telah mempersiapkannya. Tak peduli ada sekian orang yang menghalangi kepergianku, aku tak mau tahu, yang pasti aku harus keluar dari kota pahlawan itu, baik untuk sementara atau pun selamanya, karena aku tak bisa memastikan sampai kapan, hatiku yang menentukan kapan aku siap untuk kembali.
Mungkin sebagian orang atau bahkan semuanya mengutuk keputusanku, meyumpahi tindakanku. Tapi, aku tak peduli aku tak mengubrisnya, kubiarkan mereka dengan kegeraman dan kemarahan yang mengapi.
“Silahkan kutuk aku, hingga benar-benar terkutuk, marahi aku sampai kalian merasa lega dan aku tak bisa lagi mengAmini kalian, bencilah aku agar dengan kebencian kalian aku benar-benar siap tuk kembali….!!”
Yah, aku memang terkutuk….!!!!

Aku tak butuh belas kasihanmu….
Aku tak memerlukan kasih sayangmu…
Aku tak mengharapkan kemesraanmu….
Karena semua itu bagiku jahannam…

Jika kemarin, di siang itu aku masih begitu mengharapkanmu. Sekarang keadaannya telah berubah. Sikapmu, keegoisanmmu telah benar-benar memkasaku melakukan ini. Senyummu menebar kebencian mendalam di hatiku, tawamu memupuk rasa dendam di hatiku. Tak ada lagi rasa ini.
Inilah jalan yang masing-masing kita pilih….!!!
Kaki kita telah menginjakkan pada lorong yang berbeda….!!!
Hati kita terbelah, luka kita sama-sama menganga, tak ada lagi kata maaf, tak ada lagi kata-kata mesra…..!!!!!

Semuanya telah berubah, semuanya telah berganti, semuanya telah tiada, semuanya telah mati dan semuanya telah aku benci….!!!!!
Maka dengan ini aku katakan siap….!!!

11 Desember 2011

Kyai dan Pelacur

Gedung Bioskop Menjadi Tempat Pengajian Pertama
Awalnya tak ada yang menyangka jika apa yang dilakukan oleh KH. Khioron Syuaib seperti yang nampak saat ini. Ia hanya menlanjutkan apa yang telah ia lakukan sejak awal tahun 80 an itu.
Seperti yang ia kisahkan kepada tim penulis, awalnya dia merasa ragu untuk berdakwah di sekitar rumahnya (Bangunsari, red), alasannnya adalah kesempatan untuk berhasil sangat kecil sekali, sebab pada awal tahun 80 an jumlah Pekerja Sek Komersial (PSK, red) di daerah tersebut mencapai 3000 an jumlahnya, yang tersebar di 12 RT di Bangunsari.
Tak hanya itu saja, karena pendidikannya yang belum tuntas – KH. Khiron saat itu tengah melanjutkan pendidikannya di S1 Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya – juga menjadi alasan keraguan untuk berdakwah di daerah yang penuh dengan kemaksiatan itu.
Namaun, dalam hatinya selalu merasa ada yang tak nyaman tatkala melihat kemaksiatan yang selalu terjadi di hadapannya, ia merasa harus ada sesuatu yang ia perbuat untuk menyelamatkan mereka (Psk dan Germo, red), sebab ia yakin dalam hati kecil mereka ingin sekali bertobat dan kembali ke jalan Allah. Dan ia juga percaya bahwa Allah akan mengampuni dan memaafkan dosa hambanya yang bertaubat.
Atas dorongan hati nurani dan perintah agama, KH Khiron Syu’aib memantapkan diri untuk menolong mereka dari lembah hitam tersebut, mengangkis mereka dari dunia kelam dan mengembalikan mereka ke jalan Allah (Ajaran Islam, red).
Langkah pertama yang dilakukan KH. Khiron Syuaib untuk melancarkan dakwahnya adalah melakukan pendekatan terhadap para perangkat desa di Bangunsari, hal tersebut ia lakukan dengan alasan, peranan perangkat desa kala itu hingga kini benar-benar dominan, terutama jabatan RW i Bangunsari, tak heran jabatan RW begitu di idamkan oleh masyarakat Bangunsari. Selain prestise alasan finansial juga menjadi penyebab jabatan RT begitu diburu di tempat itu. Tak hanya itu saja, siapa pun yang menjadi ketua RT di desa tersebut setiap keputusannya akan di ikuti oleh Psk dan Germo. Oleh karena itu, sebelum mendekati para Psk dan Germo KH. Khoiron terlebih dahulu mengambil hati para perangkat desa di tempat itu, terutama ketua Rt.
“Boleh dibilang, ketua RW, sebagai wali kota kecil  di kampung, sekalipun waktu itu sulit sekali menghindar dari 5 M: Main (Judi), Minum (Main Judi), Madon (Main Perempuan), Madat (Menghisap Ganja), dan maling (Mencuri),” katanya.
KH Khoiron Syu’aib menambahkan, kala itu ia juga sering mendapati Ketua RW tengah asyik berpesta menikmati minuman keras bersama PSK dan Mucikari. Kendati pun ia mengetahui hal tersebut, dirinya tak langsung menegurnya. Setelah Pak RW sadar, KH Khoiron Syu’aib baru megajaknya berdialog mengenai kebaikan dan masa depan kampungnya.
Setelah melaukan dialog-dialog kecil dengan para prangkat desa, pada akhirnya KH Khoiron mendapatkan izin dari mereka untuk melakaukan dakwah dan pembinaan mental kepada para Psk dan Germo. Kala itu, perhatian KH Khoiron tertuju pada Gedung Bioskop Bintoro yang lokasinya tak begitu jauh dari rumhanya, tepatnya berada di ujung jalan Bangunsari, gedung tersebut saat ini sudah tidak ada. Selain karena lokasinya yang tak begitu jauh, gedung bisokop tersebut menjadi wahan hiburan murah meriah bagi para Psk, Germo dan para hidung belang. Kala itu, KH Khiron dalam benaknya berfikir, Gedung bisokop tersebut bisa menjadi salah satu media untuk memulai aktifitas dakwahnya. Dan menjadi gerbang awal dakwahnya untuk menolong menyadarkan kekeliruan para PSK dan Germo.
Atas persetujuan dan bantuan para perangkat desa kala itu, gedung bioskop mendadak berubah, tak seperti biasanya. Pasalnya jika pada hari-hari biasa usai menonton film mereka (PSK dan Germo, red) langsung kembali dan berkatifitas, kala itu meraka harus mendengarkan ceramah dan tegur sapa dari KH Khioron dulu.           
“Waktu itu, saya sedikit kaku dan nirvous, sebab para PSK nya yang datang tidak hanya dari Bangunsari saja, dari gang Dolly, Jarak, Kremil Moroseneng dan Tambaksari juga berkumpul di situ. Dan ketika berbicara, saya juga tak langsung berkata akan berdakwah di situ, saya hanya menyapa dan berusaha lebih dekat dengan mereka, itu yang pertama kali saya lakukan,” kisahnya kepada tim penulis.
Dalam syi’ar dakwahnya, Kiyai yang tinggal di kelurahan Dupak RT 5 RW 4, Surabaya ini cukup sederhana dan tak muluk-muluk atau bahkan menganacam para Psk dan germo. Dirinya hanya mengutip ayat yang menyebutkan bahwa Allah akan mengampuni dosa apa pun kecuali dosa syirik atau meyekutukannya.
Jadi, menurutnya sekotor apa pun, sebesar apa pun dosa manusia, selama ia tidak syirik dan menyekutukan Allah, nisacaya Allah akan mengampuni dosa hambanya. Ayat tersebut selalu ia sampaikan tatkala berceramah. Sebab ia menilai, untuk menyadarkan para PSK dan Germo tidak perlu ancaman atau pun pemaksaan kepada mereka. Pada hakikatnya mereka butuh dorongan, motivasi, harapan dan keterampilan, tentunya hal tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu dan proses serta kesabaran dan pendekatan secara personal terhadap mereka.
Lambat laun kehadiran KH. Khoiron di tengah-tengah para PSK dan Germo menjadi sesuatu yang berbeda, jika sebelumnya tak ada cahaya terag di daerah tersebut, kini setelah bapak tiga anak ini hadir diantara mereka kehidupan mereka mulai menemukan cahaya ilahi, pasalnya sejak saat itu, sekitar 30 PSK dan Germo memantapkan hati rutin mengikuti pengajian yang diadakan di gedung bisokop meski pun sebelumnnya harus di putarkan film-film india. Kala itu KH Khiron begitu bersemangat dan gigih membina mereka.
Dakwah KH Khoiron tidak hanya brelangsung di dalam gedung bisokop, ia juga tak segan-segan menyapa dan berdialog kecil dengan para PSK dan Germo di mana pun tempatnya. Sebab ia yakin dengan pendekatan dan berusaha memahami masalah mereka hal tersebut akan mempermudah menyadarkan mereka.
Seperti pengakuan KH Khoirn kepada tim penulis, menurutnya terjerumusnya mereka (PSK, red) bukan semata-mata karena materi. Banyak diantara mereka yang memilih jalan kelam itu karena merasa disakiti oleh laki-laki (Suaminya, red), ada juga karena himpitan ekonomi, yang lebih mengiris hati sebagian mereka datang karena diiming-imingi perkerjaan yang menjanjikan, santai dan penghasilannya lumayan besar.
“Mereka rata-rata ditipu, baik oleh orang yang baru ia kenal, atau bahkan temannnya sendiri. Disisi lain, mereka datang ke Surabaya tanpa keterampilan apa-apa, mereka juga tidak punya keluarga atau kenalan di sini, sehingga mereka memilih jalan pintas dengan menjadi pelacur,” kenangnya.       

Terlanjur Dikenal
Sejak kepopuleran bioskop mulai menurun, masayarakat tak lagi berbondong-bondong datang mengunjunginya, namun nama KH Khiorn Syu’aib sebagai Kiyainya PSK dan Germo terlanjur dikenal oleh mereka (PSK dan Germo, red). Meski pun tak ada lagi nonton film India, mereka (para PSK dan Germo yang insyaf, red) tetap mengikuti pengajian KH Khoiron yang digelar setiap Selasa malam ba’da Isya’.
Hal tersebut membuat KH Khoiron Syu’aib tambah bersemangat untuk terus berdakwah di daerah tersebut, sebab ia yakin suatu saat, desanya akan terbebas dari dunia prostitusi.
Kala itu, KH Khioron tak hanya memikirkan nasib para PSK dan Gremo, ia juga prihatin terhadap putera dan puteri para PSK dan Germo. oleh karena itu, 1996 ia bersama masyarakat di sana merintis brdirinya Taman Pendidikan Al-Quran yang siswanya mayoritas anak para PSK dan Germo. Hingga kini, siswa dan siswinya berjumlah sekita 300 santri. Tiga tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1999 Ia mendirikan majlis taklim yang jumlahnya mencapai 70 jamaah. Begitu pula ketika tempat pengajian yang ia adakan di gedung Bisokop di pindahkan ke Balai RW 04 Dupak, Bangunsari. Para PSK dan Germo yang begitu mencintainya ikut dan tetap rajin mengikuti pengajian yang digelar setiap hari jumat.

Santai Tapi Penuh Makna
Berbicara tentang materi pengajian yang disampaikan dan startegi apa yang dilakukan oleh KH Khoiron Syu’aib dalam dakwahnya tentu memiliki kesan tersendiri. Betapa tidak, seperti yang ditemukan tim penulis di lapangan, ketika tim penulis mengikuti pengajian rutin setiap Hari Jumat di balai RW 04 baru-baru ini, sungguh di luar dugaan, sebab apa yang disampaikan oleh KH Khoiron Syu’aib kepada para PSK dan Germo yang saat itu jumlahnya sekitar 60 an jamaah tak seperti yang ada dalam benak tim Penulis.
Kala itu pengajian memang terlihat berbeda jika dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. Sore itu selain pengajian rutin, acara juga diisi dengan pemulangan 20 mantan PSK dan Germo ke daerah asal mereka. Selain dihadiri oleh KH Khoiron Syu’aib dan beberapa perangkat desa, acara tersebut juga dihadari oleh Mustafa Kamal, Kepala Dinas Sosial (DINSOS)Jawa Timur.
Acara dibuka secara seremonial yang diawali dengan pembacaan ayat suci alquran, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari dari ketua RW 04 Kelurahan Dupak Bangunsari Surabaya, tak ketinggalan Kepala Dinsos Jatim juga memberikan sambutan pada acara tersebut.
Acara yang dinanti pun akhirnya tiba, siraman rohani dari KH Khoiron Syu’aib. Setelah dipanggil oleh pemandu acara (MC) KH Khoiron Syu’aib menempati tempat yang telah dipersiapkan. Sambil memegang micropohe yang disediakan panitia, ia menyapa para jamaahnya (Germo dan PSK), ucapan salam KH Khoiron Syu’aib dijawab serentak oleh mereka.
“Gimana kabarnya Ibu-ibu, sehat semua kan?,” sapa KH Khoiron Syu’aib memulai ceramahnya.
Serentak para jamaah menjawab pertanyaan KH Khoiron Syu’aib
“Iya pak Ustad.”
Sejurus kemudian, laki-laki yang pernah menjadi guru SMP Tunas Buana, Wahid Hasyim, dan Pangeran Diponegoro, Surabaya ini menlanjutkan ceramahnya.
“Hari ini, kita kedatangan tamu dari Dinsos Jatim, selain itu kita juga harus bersyukur kepada Allah, sebab saudari kita yang jumlahnya sekitar 20 orang telah menyatakan diri insyaf dan akan kembali ke daerah tempat asal mereka. Dan mudah-mudah pada hari-hari selanjutnya semakin banyak dan bertambah dari para jamaah yang meyatakan berhenti dari pekerjaannya sebagai PSK dan Germo,“ kata KH Khoiron Syu’aib.
Sontak seluruh jamaah yang hadir menjawab pernyataan dan ucap syukur KH Khoiron Syu’aib,
“Amin!” jawab para jamaah serentak.
KH Khoiron Syu’aib melanjutkan santapan rohaninya, tapi kali ini ceramahnya diselingin dengan guyonan, ia nampak santai dengan baju berotiv batik, peci nasional (Warna Hitam, red) jelana kain lengkap dengan sepatunya. Badannya yang tegap membuat ia terlihat gagah dan berwibawa. Maski pun ceramahnya santai-santai saja, tetapi ada kesan para PSK dan Germo begitu meresapi apa yang diampaikan oleh KH Khoiron Syu’aib.
Salah satu buktinya adalah ketika KH Khoiron Syu’aib menanyakan kepada seluruh jamaah yang hadir pada saat itu,
“Ibu-ibu, kalo selalu berbuat dosa itu temannya siapa????,” tanyanya sambil melempar senyum kepada jamaah.
“Temannya setan pak Ustad,” jawab jamaah ber koor.
“Kalo setan tempatnya dimana ibu???,” sambung KH Khoiron Syu’aib menimpali jawab ibu-ibu.
“Di neraka!!!” Jawab ibu-ibu.
“Kalo sudah tahu tempatnya setan di neraka, kenapa ibu-ibu masih mau dan senang berteman dengan setan????” selidik KH Khoiron Syu’aib sambil tak lepas dengan senyumnnya.
“Karena enak,” jawab salah satu ibu, sontak jawaban ibu tadi mengundang tawa seluruh isi ruangan pada sore itu.
“Enak di dunia tapi di akhirat bersama dengan setan menjadi penghuni neraka,” jawab KH Khoiron sekaligus mengakhiri tawa riuh di ruangan tersebut.
Pengajian tak berlangsung lama, kurang lebih sekitar 15 menit. Jika dilihat memang terksan santai dan seperti bayolan semata, tapi begitulah dakwah KH Khoiron Syu’aib, yang memang terkesan nyantai tapi penuh makna. Sebagai acara penutup KH Khoiron Syu’aib mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, pembagian sebako kepada para mantan PSK dan Germo yang akan pulang ke daerah masing. Pembagian sembako tersebut dipimpin langusung oleh Bapak Musthofa Kamal yang didampingi oleh segenap perangkat desa dan pada sesi acara terakhir sendiri. Pembagian sembako sendiri merupakan akhir dari serangkaian acara yang digelar pada sore itu.
Setelah pengajian mingguan itu usai, para PSK dan Germo yang masih aktif kembali ke tempat merka masing-masing dan menjalankan aktifitasnya kembali sebagai PSK dan Germo.
Selain di atas, menurut KH Khoiron Syu’aib juga selalu melakukan pendekatan dan dialog-dialog kecil dengan para PSK dan Germo, harapannya agar mereka merasa selalu diperhatikan dan tak ada lagi niatan kembali ke dunia hitam tersebut. Selain itu, KH Khoiron Syu’aib juga meyelipkan wacana-wacan tentang perobatan dan pintu tobat dari Allah kepada mereka. Dan jika sudah dirasa mampu dan mumpuni, KH Khoiron Syu’aib juga mengajak para PSK dan Germo untuk mengaji beberapa kitab, seperti Riyadus Solikhin, Mukhtarul al Hadits, serta kitab Aklhak.
“Pengajian tersebut saya lakukan dengan melibatkan semua elemen msayarakat yang ada di sini, mulai dari perangkat desa, para PSK dan juga Germo,” ujarnya.
Kata-kata hikmah yang keluar dari lisan KH Khoiron Syu’aib penuh dengan semangat memaafkan. Tidak pernah sekali pun keluar kata-kata tentang ancaman dosa, hukuman serta kesalahan manusia. Setiap kali berdakwah ia tak lepas dari dagelan dan lagu-lagu yang sengaja ia nyanyikan untuk jamaahnya, serta tak lupa myisipkan kalimat-kalimat alquran untuk menyemangati mereka (PSK dan Germo, red). Dirinya tak pernah mengaku orang yang suci, bahkan tanpa ragu di hadapan jamaahnya ia berkata, “Saya berdosa, anda juga berdosa; kita semua berdosa. Tapi, melalui sifat rahman dan rahimnya Allah kita bisa kembali ke jalan yang diridhaiNya,” tentunya penytaan KH Khoiron Syu’aib ini begitu berkesan dan pesan yang membesarkan hati mereka.

Diancam Sebilah Pedang             
Apa yang dilakukan dan dirintis KH Khoiorn Syu’aib tak selalu berjalan mulus dan tanpa halangan. Tidak semua masyarakat Bangunsari menerima kehadirannya. Cibiran, cemohan dan hinaan pernah menderanya, seperti yang ia ceritakan kepada tim penulis, ada segelintir orang yang mencibir apa yang dirinya lakukan, “Untuk apa dia berdakwah di sini, toh setelah keluar dari tempat itu (Gedung Bioskop, red) mereka akan bekerja lagi seperti biasanya, buang-buang waktu saja,” kenangnya menirukan cibiran orang yang tak ia sebutkan namanya.
Memang terlihat unik dan aneh. Seakan sebagai sebuah profesi dan menjadi mata pencarian. Sebab, meski pun mereka (PSK dan Germo, red), rajin mengikuti pengajiannya KH Khoiron, mereka juga tetap menjalani aktivitasnya sebagai PSK dan Germo, hal tersebut yang selalu disayangkan oleh masyarakat yang tidak senang terhadap kehadiran KH Khoiron. Dan mereka menganggap apa yang dilakukan KH Khoiron hanya perkerjaan yang sia-sia.
Tetapi, KH Khoiron memiliki pendapat yang berbeda, dirinya tak pernah menegur bahkan mengancam jamaahnya yang kembali lagi menjadi pelacur atau germo, sebab ia yakin hidayah dari Allah datangnnya tidak bisa ditebak dan direkayasa, apa yang ia lakukan hanya sebatas usaha seorang hamba untuk menolong hamba yang lain, seiman yang sedang tersesat. Persoalan insyaf atau tidak itu urusan Allah SWT. Tapi dirinya yakin, suatu saat Allah akan menurunkan hidayah dan membuka pintu hati mereka (PSK dan Germo) untuk bertobat. Yang penting menurut KH Khoiron, kita sebagai manusia tak pernah lelah dan putus asa membimbing mereka.
Cobaan lain yang lebih serius adalah ketika dirinya diancam dengan sebilah golok oleh salah satu germo di tempatnya, secara terang-terangan si germo mendatangi tempat pengajiannya dan mngancam akan membunuhnya. Hal tersebut tentunya menggegerkan dan membuat suasana tegang waktu itu, namun KH Khoiron tak begitu menanggapi dan meladeni ancaman si germo, bahkan ia tetap menghormati dan menunjuukan simpati kepada si germo yang mengancamnnya. Sebab ia menganggap ancaman sebilah pedang dari si germo merupakan salah satu cobaan yang ia hadapi dalam dakwahnya,
“Saat itu saya biasa-biasa saja, tetap santai dan tenang, karena saya yakin banyak warga yang akan membantu saya. Dan meski pun saya di ancam seperti apa pun bentuknya, saya akan tetap menjalankan aktivitas saya,” kisahnya kepada tim penulis.
Selain godaan yang mengancam keselamatnnya, suatu saat ia juga pernah mengalami cobaan yang mengelikan. Pasalnya, ia pernah di rayu dan digoda agar mejadi suami atau diminta untuk menikahi salah satu PSK di tempat itu. Hal tersebut sering terjadi diluar aktivitas dakwahnya. Bahkan ketika ia sedang berjalan-jalan disekitar daerahnya untuk mencari angin ada salah satu PSK yang dengan berani menarik tangan KH Khoiron untuk diajak “Main” namun hal tersebut ia tolak dengan santun dan berusaha tak melukai perasaan si perayu.
“Ada perasaan sungkan dan malu waktu itu, tapi saya rasa ini salah satu cobaan dakwah yang saya lakukan,” katanya mengenang apa yang pernah ia alami.
KH Khoiron sadar tak mudah untuk menghilangkan aktivitas pelacuran di sesanya tersebut, tapi paling tidak ia bisa membantu mengikis pelacuran di daerahnya melalui pendekatan hati. Berdakwah dengan bil hikmah melihat persoalan dari dalam diri PSK sendiri. Tidak pernah melakukan pemaksaan terhadap mereka, membiarkan mereka insyaf dengan sendirinya, mendapatkan hidayah dari Allah dengan sendirinya. Apa yang ia lakukan hanya membantu mereka saja.
“Saya berdakwah ala Wali Songo saja, berdakwah dengan pedekatan hati,” katanya.
Ia yakin, dalam hati kecil para para PSK dan Germo ada keinginan untuk berhenti dari dunia kelamnnya, mereka pasti ingin berhenti dari dunia yang bergelimang dosa dan maksiat itu. Tak ada seorang pun yang ingin selalu hidup dihantui oleh rasa bersalah dan dosa, ia pasti ingin kembali ke jalan yang bernar jalan yang diridhoi oleh Allah yaitu Islam. Hanya waktu dan hidayah Allah yang bisa menjawab
Kegetiran mereka.
Ketekunan dan keyakinan KH Khoiron Syu’aib telah membuahkan hasil, setidaknya itu yang sekarang terlihat. Pembinaan mental yang disampaikan KH Khoiron Syu’aib rupanya banyak menyentuh dan megena pada hati para PSK mau pun Germo.  palin tidak Jika dibandingkan dengan akhir tahun 1980 an di tempat itu masih berdiri tegak sekitar 700 rumah bordir sebagai pusat prostitusi. Bandingkan dengan sekarang, yang jumalah PSK nya hanya sekitar 300 dari 4000 an  PSK dan germo. Dan dari 300 an PSK ini pun, KH Khoiron Syu’aib bersama Ketua RT diminta oleh Dinsos Jawa Timur untuk melokalisasi mreka cukup pada RT 1 dan 2 saja. Tujuannya, untuk memudahkan pembinaan dan kontrol terhadap mereka.
“Itulah keajaiban dan hidayah dari Allah, kalau Allah berkehendak siapa pun tak bisa menghalanginya,” katanya.

Spesialis Nikah Sirri
Satu hal yang menarik bagi tim penulis, selain aktif sebagai da’i ia acap kali menikahkan sirri para PSK atau Germo yang telah insyaf. Hal itu dilakuannya secara ihklas dan suka rela.
Bagi KH Khoiron Syu’aib sendiri, permintaan untuk menikahkan sirri mantan PSK dan Germo memiliki kesan tersendiri baginya. Pasalnya, hal tesebut menjadikan salah satu keberhasilan dan tujuan dari dakwahnya sendiri.
Baginya pernikahan sirri (pernikahan secara syariat Islam dinyatakan sah,red), meski pun secara hukum meyalahi aturan yanga ada, hal tersebut (nikah sirri, red) harus tetap ia lakukan bilamana ada permintaan dari mereka (PSK dan Germo, red). Sebab, jika dibirkan maka yang terjadi para PSK dan laki-laki hidung belang akan tetap tinggal serumah, layaknya suami isteri, inilah yang ia tak inginkan.
“Bagi saya yang terpenting adalah mereka tidak melanggar syariat islam, dan mereka sadar serta mau bertobat,” katanya.
Tak terhitung berapa kali ia menikahkan sirri anak binaannya (PSK dan Germo, red), yang terpenting baginya kumpul keboo, kemaksiatan tak terus-terusan merajalela.

Berbuah Manis “Diundang Konjen Hongkong”
Bagi sebagian besar da’i di Surabaya, keberadaan KH Khoiron Syu’aib sebagai juru dakwah spesialis para PSK dan Germo sudah tak asing lagi. Dan dirinya pun tak pernah mempermasalahkan sebutan di atas, baginya apalah arti sebuah nama atau panggilan, yang terpenting dan utama adalah apa yang ia sampaikan kepada para PSK dan Germo mengena di hatinya.
Dirinya sadar, pada hakikatnya gaya ceramahnya tak ada yang istimewa, bahkan terkesan biasa-biasa saja. Tidak berkoar-koar layaknya orator. Hanya saja materi yang disammpaikannya sarat dengan pesan bahwa antara si penceramah dan yang diceramahi sama-sama memiliki konsekuensi dan tanggung jawab yang seimbang, artinya apa yang ia sampaikan kepada jamaahnya seharusnya sudah ia lakukan sebelumnnya. Sederhananya seorang da’i bukan hanya pandai berceramha saja, tetapi juga harus melakukan apa yang ia ceramahkan.
“Saya rasa banyak yang pintar berceramah, tapi sedikit yang mengamalkannya. Allah mengnacam melalui salah satu ayatnya, kaburo maqtan ‘indallahi antaquuluuna maalaa taf’alun. Yang mendegarkan pun juga tak luput dari ertanggung jawabannya, bahwa setiap penglihatan, pendengaran dan pikiran akan dimintai pertanggung jawabannya, innasam’a wal bashara wal fuaada qullu ulaaika kaana ‘anhu mas‘ula,” katanya.
Ternyata ketenaran KH Khoiron Syu’aib sebagai kiyainya PSK dan Germo terdengar juga oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Hongkong yang ada di Jawa Timur, pada bulan Ramadhan 2008 ia bersama salah satu petugas Dinas Sosial Jawa Timur di undang untuk berceramah di hadapan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ada di negara tersebut.
“Selama 15 hari saya keliling ceramah di beberapa tempat penampungan TKW asal Indonesia yang ada di sana,” katanya.
Dalam hasil dialognya dengan para TKW yang ada di sana, ia menceritakan setiap hari minggu mereka (TKW, red) libur kerja. Kesempatan liburan itu tak disia-siakan oleh mereka, atas kesadaran mereka membentuk kelompok-kelompok pengajian, nah keberadaan kelompok-kelompok pengajian tersebut kemudian terlihat oleh Konjen Hongkong di Surabaya, hingga mereka mendatangkan dirinya.
“Undangan untuk berceramah di hadapan ribuan TKW di Hongkong sebelumnnya tak pernah saya duga. Dan ini merupakan kehormatan bagi saya sendiri, sebab saya sendiri tak pernah menyangka akan sampai ke sana untuk berceramah selama satu bulan penuh,” bebernya kepada tim penulis.     
Begitulah sosok KH Khoiron Syu’aib “Kiyainya Para PSK dan Germo,” kendati pun prestasi dan penghargaan sedimikian rupa telah diraihnya, tetapi laki-laki berbadan tegap ini tak pernah membanggakan diri, penampilannya yang bersahaja, rumahnya yang terlalu wah, tak pernah mebedakan setiap tamu yang datang ke rumahnya. Banginya semuanya sama di mata Allah, dirinya, keluarganya serta orang-orang di sekitarnya. Yang selalu ada dalam benaknya adalah bagaimana ia bisa dengan sekuat tenaganya menghilangkan catatan hitam, lembah dosa (prostitusi, red) daerahnya.
Bersama isteri dan ketiga anaknya ia tinggal di tengah-tengah daerah Bangunsari, mendidik dan membina para PSK dan Germo dengan hati. 

10 Desember 2011

Membaca Kamu

Membaca tentang cinta adalah membaca kamu
Membaca perihal benci adalah membaca kamu
Membaca luka adalah membaca kamu

Kamu membuatku menulis berlembar-lembar kisah
Kisah yang dulu telah kita jejakkan
dan
Kamu mampu pula membuatku mengakhiri kisah kita
dengan kisah yang membuatku enggan membuka lembar-lembar itu

Membaca kamu adalah perjalanan tiada henti
karena
Membaca kamu adalah membaca kisah kita
Membaca kenangan kita

Sungguh aku telah enggan membacamu, sayang
Membacamu hanya menorehkan air mata yang menggarami lukaku
Membacamu, sayang...
Membuatku terjerat kisah yang tak berkesudahan

Maka, maafkanlah aku sayang
Maafkanlah aku yang enggan membacamu lagi
Aku lelah
dan ku tahu kau pun pasti lelah

Membacamu, Membaca kita, Membaca kenangan
dan semua itu telah usai

Pagi Yang Menakjubkan

Pagi mentari…!!!
Telah siapkah kau tuk beraktifitas hari ini?, sudah yakinkah dengan apa yang akan kau lakukan dipagi ini. Apa saja yang kau bawa dan persipkan buat berbagi cahaya pada kita?, apa saja yang kau bawa hari ini, adakah yang kau bawa cahaya kesetiaan, cinta, sayang dan kerinduan??, kalau boleh tahu, apa yang kau simpan dalam kantong cahayamu itu??.
Mentari…!!!
Telah lama aku merindukan pagi seperti sekarang ini, lama aku menunggu senyum pagi seperti saat ini. Dan tak terhitung jua berapa detik, menit, jam dan hari aku menunggu saat-saat seperti ini. Yah, Pagi Yang Manakjubkan.
Mentari…!!!
Aku punya selembar kisah tentang pagi pada hari-hari sebelumnnya. Bolehkah aku berbagi khabar denganmu?, maukah kau mendengarkan sedikit saja dari cerita pagi yang sebelumnnya tak sanggup aku ceritakan pada yang lainnya. Bersediakah kau berbagi tawa dan air mata denganku tatkala kau dengar sejarah yang senda sekaligus menyedihkan, tentang pagi pada sebelum hari ini. Siapkah engkau Mentari??
Mentari…!!!
Sejak beberapa bulan yang lalu, terjadi peristiwa yang sebenarnya pagi tak menghendaki dan megamini kejadian itu menjadi nyata. Pagi selalu menghindar darinya. Bahkan pagi selalu berdoa agar kekhawatiran, kegundahan dan kerisauan akan pertistiwa itu tak benar-benar terjadi. Tapi apa pun usaha pagi, ternyata apa yang selama ini menjadi kegelisahannya benar-benar nampak dan merampas seluruh kehangatan yang dimiliki oleh pagi.  

Cahaya dalam Gelap

Kebanyakan orang saat mencari tempat tinggal, tentu akan memilih lokasi aman, strategis, secara bisnis ekonomi bisa terjangkau oleh siapa pun dan bisa hidup berdampingan dengan masyarakat yang baik. 
Namun sebaliknya, bagi keluarga Khoiron pada saat ayahnya Haji Syuaib memutuskan untuk pindah ke Jalan Dupak Bangun Sari, ia tidak memandang situasi penghuni kampung pada saat itu. Dalam benaknya, ia hanya memerlukan tempat tinggal yang lebih luas. Di banding, menanggung pajak bangunan yang cukup mahal. Hingga, sekitar tahun 1960-an ia sekeluarga bertahan hidup di kawasan Jalan Demak. Setelah mendapat penawaran rumah baru dari tetangganya. Di tahun 1970, Haji Syuaib pun memboyong keluarganya ke kawasan yang sering disebut sebagai tempat lokalisasi. “Saat itu situasi warga di sini mayoritas memiliki rumah bordir,” cerita Khoiron mengenang kondisi penduduk Bangun Sari pada 30 tahun silam. 
Konon, kata Khoiron tempat tinggal yang dihuninya sekarang merupakan bekas rumah bordir. Tetapi, ketertarikan ayahnya Haji Syuaib hanya terletak pada lahan yang begitu luas pada rumah tersebut. Mengetahui prilaku orang-orang disekitarnya, menurut Khoiron ayahnya tak memandang sebelah mata, malah Haji Syuaib menyarankan untuk selalu bersikap sahaja dengan mereka. “Wis ngono ae, biarin dulu, mereka itu masih belum tahu,” tutur Khoiron menirukan perkataan ayahandanya. 
Sejak kecil, Khoiron benar-benar mengetahui jelas keadaan masyarakat di Bangun Sari. Sebab, di tahun 1970-1980-an kawasan tersebut telah santer terhitung sebagai wilayah lokalisasi terbesar di Surabaya bagian Utara. Terdaftar kira-kira sebanyak 3000 orang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Apalagi kawasan Bangun Sari terdiri dari 04 RW, dan semuanya pun tersebar meliputi 15 RT. Sehingga, masing-masing RT rumah hunian pun menjadi tempat wisma maupun rumah bordir. “Jadi, waktu dulu 90 persen Bangun Sari adalah tempat prostitusi,” kata bapak tiga anak ini. Dahulu, sempat pula Bangun Sari diberi julukan sebagai “Hollywood-nya Surabaya”. 
Karena keter-“buka-bukaan” mereka kerap dikunjungi para pelanggan. Meski hidup dan tumbuh dengan lingkungan yang penuh hiruk bingar penjajak komersial. Khoiron tetap berada dengan asuhan keluarganya yang agamis. Terbukti, dirinya mengenyam pendidikan dasar di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Bangun Sari sampai 1972. Setelah itu, ia nyantri selama sekitar enam tahun di salah satu pesantren tersohor di Jombang. Seusai menamatkan pendidikan Tsanawiyah dan Aliyahnya di Jombang, tahun 1982 ia pun kembali tinggal di Surabaya. Menyadari semakin menyeruaknya keberadaan mereka, semakin ramainya pengunjung yang menghampiri rumah bordir, Khoiron pun tiba-tiba merasa tergugah untuk melakukan sesuatu bermanfaat untuk mereka. Terlebih, Khoiron ingin perlahan membuka kesadaran diri mereka agar mau tertuntun menuju kehidupan yang sebenarnya. Yakni, memperoleh hidayah dari Allah SWT. 
Dengan demikian, Khoiron pun mengambil langkah untuk berdakwah di area Bangun Sari. Mulai tahun 1984, suami dari Roudhoh ini bergegas menjalankan misi dakwahnya. Dengan berbagai pendekatan ia tempuh, agar dirinya bisa melaksanakan kegiatan amr ma’ruf nahi munkar di pemukiman yang sarat dengan kemaksiatan ini. Strategi pertama, ia pun mencoba PDKT dengan ketua RW setempat, sebab menurut Khoiron, kepala Rumah Warga tersebut mempunyai peran cukup besar di tempat lokalisasi tersebut. Apalagi menyangkut kebijakan-kebijakan dan berbagai sangsi yang dibuat oleh ketua RW, para PSK, Germo, pelaku Mucikari pun akan patuh. “Bahkan, bisa dikatakan mereka itu semuanya takut dengan RWnya, jadi mereka itu nurut,” ujarnya. Memahami hal tersebut, dirinya lantas berpikir untuk lebih intens berdekatan dengan seluruh ketua RW yang ada di Bangun Sari, “Minimal saya harus menjadi mitra RW, agar dakwah saya bisa terlaksana,” papar pria dengan senyum sahajanya. 
Ia pun berdialog secara face to face dengan para RW, kemudian bertanya tentang carut marutnya prilaku kehidupan para warga di wilayah sekitar. Pertanyaan sederhana yang dia lontarkan yaitu adakah keinginan bagi mereka mengajak para pelaku prostitusi untuk kembali sadar?, dan waktu itu ketua RW dengan antusias merespon. “Aku yo pengen, wong-wong kene sadar kabeh,” inilah jawaban para RW yang diperagakan oleh Khoiron. 
Dengan dibekali niat sungguh-sungguh, akhirnya Khoiron berhasil menjalin kerja sama dengan kepala RW. Sebagai langkah awal, dirinya mencoba memberi suguhan siraman rohani. Dibantu oleh para humas RW atau para hansip setiap hari kamis, menyebarkan katalog/ kartu keplek yang berisi mengenai kebijakan RW meliputi masing-masing rumah wisma harus mengirimkan delegasi untuk mengikuti pengajian. Jika tidak, akan dikenai sangsi agar bisnis gelap mereka ditutup. Bersyukur, rutinitas keagamaan yang diadakan pada siang dan sore di gedung bioskop ini terkondisi baik. “Sebelum diberi wejangan, mereka disetel-kan film, seperti filmnya Rhoma Irama, baru setelah menonton acara pengajian pun dilakukan,” kisahnya meng-flash back perjuangan semasa dulu.

9 Desember 2011

Tutorial Pagemaker

Tutorial Pagemaker

Cara Membuat Foto Menjadi Kartun

Cara Membuat Foto Menjadi Kartun

Majalah Ara-Aita edisi 54

Majalah Arta Edisi 54

8 Desember 2011

Pesan Ibu

“Dulu, ketika aku menikah, tidak pernah berpikir punya anak seperti apa, gimana jaganya, biayainya sekolah hingga lulus kuliah nanti… tapi kujalankan saja…
Ketika melahirkan dirinya, hampir diriku menyerah, tapi demi melihatnya lahir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi anak yang berguna, aku terus berjuang, walaupun harus berkorban diri ini demi kehadiran dirinya di dunia ini…
Dia telah lahir ke dunia ini, pertama kali melihatnya, ada perasaan bergejolak di diriku, aku terharu dan bangga sekali bisa membawanya ke dunia ini, aku berjanji, apapun yang terjadi, gimanapun susahnya hidup ini, anak ini harus kubesarkan dengan kedua tanganku…
Tidak mudah untuk membesarkan dirinya, dia bandel sekali ketika kecil, suka bermain lupa waktu, berteman dengan anak-anak nakal, tidak mau makan, susah disuruh mandi, susah dibujuk tidur waktu malam hari, kadang dia marah dan bentak padaku, kadang dia mengejekku, kadang juga dia menghinaku…
Ketika besar, dia merasa diriku terlalu membatasi dirinya, ini tidak boleh, itu tidak boleh, dia juga merasa aku terlalu kolot, ketinggalan jaman, tidak mengerti apa maunya, tidak setuju terhadap setiap kelakuannya…
Kadang sakit hati sekali diriku ini, tapi ingat ketika pertama kali menggendongnya, ketika melahirkannya, semua sakit ini hilang seketika… dia adalah anakku, anak kesayanganku…
Aku telah berjanji akan membesar dirinya, apapun yang terjadi, rintangan apapun yang kuhadapi, karena dia anakku… Harapanku besar kelak dia bisa menjadi anak yang berguna… Aku cinta padamu, anakku…
Kau lah, yang memberikan kekuatan pada diriku, membuatku mau bekerja keras pagi-siang-sore-malam, tidak takut akan sakit, derita.. Karena kehadiran dirimu lah membuat diriku ada artinya, bisa membesarkan dirimu dan mendengarkanmu memanggilku IBU, sungguh senang rasanya hati ini…
Aku tidak berharap banyak, hanya suatu saat, ketika dirimu sudah besar, kamu dapat menjadi anak yang baik, bisa hidup yang enak. Ibu mungkin sudah tua, tidak bisa hidup lama lagi, badanku ini sekarat, kerutan muka sudah banyak, perjalananku tidak lama lagi.
Jika kamu bekerja keras, tidak perlu sampai memberikan rumah yang bagus, uang yang banyak, semuanya itu untuk dirimu saja. Ibu hanya berharap kamu mau menyisihkan sedikit waktumu untuk menemani masa-masa tua ibu, bisa disamping ibu dan ngobrol dengan ibu, itu sudah lebih dari cukup…
Ibu Bangga denganmu, nak, mungkin tidak pernah terucap lewat kata, tapi ini ibu rasakan dari lubuk hati yang dalam… Maafkan jika selama ini ibu pernah marah denganmu, memukulimu, melarangmu ini itu, semua ini demi kebaikanmu, nak…
"Ibu Cinta padamu… dari dulu, sekarang, dan selamanya…”

Biografi Q

Tidak tahu bagaimana Aku memulai menjelaskan nya..
Aku... !! orang yang terobsesi dengan kebebasan
Tapi ironis nya Aku itu terkekang...
Tapi Tak pernah melawan tak juga mau di lawan...
Aku.. orang yg selalu bermimpi menentang logika
Bisa dibilang Aku ini orang yang Membanggakan maya..
Tapi maaf jangan kalian anggap aku ini penghayal...
Hanya smua Inspirasiku Berawal dari khayal

Mungkin tidak sulit untuk kalian mengetahui siapa Aku

Tapi itu terjadi jika kalian bisa mengalahkan sisi negatifku
Sisi yang selalu terlihat merasa tenang
Yang selalu di lihat orang sebagai dingin...!!!

Semua itu hanya obsesi kebebasanku

Hanya menghibur diriku untuk tidak merasa Rancu
Karena Khayalanku selalu menutupi smua pribadiku
Bukan menunjukan tentang logika di depan mataku...

Maaf tapi Aku bukan Egois


Aku.. Lebih senang diam dan tertawa melihat mereka

Orang-orang yang bisa dibilang posesif...
Orang yang posesif adalah orang yang haus dan halus
Atau orang-orang yang merasa besar dan bangga tentang dirinya

Aku lebih senang melihat sesuatu dari sisi liar seorang adam atau hawa

karena menurutku mereka lebih senang begitu...

Aku.. orang yang selalu mencoba menjaga perasaan smua yg mengenalku

Walau terkadang khilaf.. tapi Aku bersyukur mereka selalu menyadarkanku
Kesadaran yang selalu menjaga prioritasku untuk tetap bersama mereka
Tetap membawaku untuk tersenyum menjalani kehidupanku

Aku.. orang yang ingin mengetahui mereka..

mengetahui khayalan, obsesi, dan logika mereka
Tanpa mencoba bermain dengan logika mereka
Tanpa berharap akan di jauhi mereka

Seperti yang selalu mereka bilang Aku adalah Aku

Orang yang hidup dengan semua motivasinya
Orang yg mencoba berjalan melewati sisi Lainnya
Mencoba menghadapi semua dengan senyumannya

Namun Aku senang dengan kehidupanku

walau tertekan tapi hidupku menjagaku….


Itulah sepenggal tentang diriku…..

Pemahaman

Ternyata mencintaimu mengajarkanku banyak hal
Mengajarkan kesabaran menghadapi pasang surut arusmu
yang kudekati menjauh dan kujauhi mendekat
Berpikir positif tentang huruf-huruf cinta yang tak jelas untuk siapa
Menghilangkan keraguan……


Ternyata menunggumu membuatku lebih kuat
Karena sanggup memaksaku melawan jenuh yang tiap saat menggoda untuk berpaling ke lain hati ...


Ternyata mendambakanmu adalah proses perbaikan banyak sisi kehidupanku


Ternyata bergaul denganmu hampir menjadikanku seseorang Yang berani jujur tentang kesalahan , tentang kelemahan dan tentang kehampaan hidup .


Akhirnya .....................


mencintaimu ternyata adalah tanda sayangnya padaku , satu pelajaran besar bahwa Cinta sejati adalah proses pendidikan untuk membenahi diri ...


Maka bilapun tidak memilikimu , setidaknya aku tak begitu kecewa , sebab melalui cintaku padamu , Allah menjadikanku wanita yang lebih baik lewat proses ini . Aku pasrahkan pada Allah urusan kita , bila Dia berkehendak , maka rinduku bersambut rindumu , tapi bila Dia tak mentakdirkan kita bersatu , maka rinduku bertepuk sebelah hati .


Dan ......... biarlah Dia tentukan akhir kisah kita .

Satu Nama

ada satu nama
satu nama
yang kan terus terpatri dalam jejak langkahku
satu nama
bukan karena ia menjejakkan senyuman
bukan karena ia meninggalkan kenangan indah


tapi karna
satu nama itu
melahirkan kebencian yang sangat
menjejakkan dendam tak berkesudahan


bukan bermaksud memelihara kebencian dan dendam
tapi nama itu meninggalkan jejak
yang meskipun ingin aku lupakan
jejak itu terus menanahkan luka...


salahku karena mengijinkannya menjejak dalam kisahku
salahku karena tak kuasa menghapus jejaknya
salahku juga karena selalu diam


diam membuat aku terus terluka
dan nama itu terus melenggang tenang dalam langkahnya


ada satu nama
nama yang mengisyaratkan kebencian yang sangat
nama yang mengisyaratkan keegoisannya
nama yang mengisyaratkan kepengecutannya
nama yang akan terus menghujamkan dendam padanya


nama itu adalah......

Kisah Tentang Tahun Yang Telah Lewat

Tahukah kamu, apa itu mencintai?
...bagiku mencintai adalah melepasmu pergi untuk bahagia
mencintaimu adalah perjalanan panjang mengarungi samudera tak bertepi
namun, tahukah kamu, sebesar cintaku padamu sebesar itu pulalah luka yang terus menggores hatiku
entah mengapa, tak ada yang berubah pada rasa ini
sekarang atau esok
cinta ini masih sama
rasa ini tak pernah pudar


Ribuan bahkan jutaan detik telah aku lewati tanpamu
kubangan air mata
untaian doa
apa yang harus kulakukan tuk melepasmu pergi dari hati dan pikiranku?
sementara telah lama kau berhasil menghapus aku dari langkah hidupmu


Aku bagai layang-layang putus
terbang tak tahu arah
terbang ke mana angin berhembus
tapi, aku lelah
lelah menunggumu berbalik ke arahku
mencintai aku lagi


Aku percaya, ada seseorang yang akan mencintaiku dengan tulus
entah kapan akan datang menemuiku
entah dengan cara apa


Sungguh, aku hanya ingin melepasmu pergi
aku hanya ingin bahagia
aku hanya ingin dicintai
setulus tulusnya cinta
...


Tahun yang telah berlalu
akan selalu dikenang dengan caranya
dulu aku mencintaimu dan masih mencintaimu, sekarang
tapi esok, entahlah...


Ya, cintaku akan selalu bermuara pada anakku kelak…..


(tulisan di atas arti dari sebuah lagu " Historia Sobre El Paso De Los Años ")


10 September 2011

Memaafkan Diri Sendiri

Bismillah,
Tak lupa aku ucapkan Selamat Lebaran bagi yang merayakan. Minal aidzin wal faidzin. Taqobballahu minna wa minkum. Taqobbal ya kariim. Amiin. Mohon maaf lahir dan batin kepada semua sahabat atas kesalahan aku, terutama yang tidak aku sengaja. Semoga diikhlaskan. Dan semoga kita telah menjadi kupu-kupu indah yang siap terbang dan menyebarkan keindahan di dunia ini. Amiin.
Biasanya ketika aku merayakan lebaran, selalu tak lupa minta maaf atas kesalahan yang pernah aku lakukan kepada orang lain. Namun lebaran kali ini, aku diingatkan akan suatu hal yang tak kalah pentingnya. Memaafkan diri sendiri.
Kalau kita melihat ke belakang, pasti banyak hal-hal yang kurang berkenan di diri kita. Yang seandainya kita melihatnya kembali, kita bisa berkata:
Ah, seandainya aku tak berbuat itu
Seandainya aku tak sebodoh itu
Aku menyesal telah melakukannya, aku merasa bodoh sekali pernah melakukannya

Dan banyak lagi ucapan-ucapan yang menunjukkan penyesalan dan kebencian terhadap apa yang pernah dilakukan diri sendiri. Tidak salah. Karena pepatah mengatakan, penyesalan akan datang kemudian. Jadi penyesalan adalah hal yang wajar yang bisa dirasakan setiap manusia. Namun... penyesalan seperti apa?
Penyesalan yang berlebihan kadang menjadi tidak efektif. Tidak efektif dalam pemberdayaan diri untuk menyongsong masa depan. Kadang penyesalan dan kebencian terhadap diri sendiri malah membuat manusia hanya merenungi nasib dengan melupakan rencana ke depan. Kebencian terhadap diri sendiri yang buntut-buntutnya malah tidak membuat hati lapang dengan apa yang telah terjadi. Tidak rela dengan apa yang telah ditakdirkan Allah SWT.
Hal ini yang tidak seharusnya kita rasakan. Karena seharusnya kita bisa rela dengan apa yang telah ditakdirkan Allah SWT. Karena meskipun kita menangis darah pun, apa yang terjadi tidak bisa diulangi. Tidak usah susah-susah, coba kembalikan satu detik yang baru saja berlalu, pasti tidak bisa. Apalagi hal-hal yang sudah terjadi 1 tahun, 3 tahun, bahkan 15 tahun yang lalu. Tidak ada yang bisa merubahnya lagi. Lembaran telah kering dan pena telah diangkat, maka tidak ada gunanya menyesal berlebihan.
Penyesalan yang efektif (taubat) adalah dengan benar-benar berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang membuat kita menyesal tersebut, menerima apa yang telah terjadi sebagai bagian dari skenario Allah SWT untuk kita, serta memperbanyak amal baik. Nah, sering kali kita bisa melakukan proses pertama (berjanji tidak akan mengulangi perbuatan), dan proses ketiga (memperbanyak amal baik), namun proses kedua kadang terlalaikan.
Memang proses ini kadang otomatis bisa terlampaui ketika kita memperbanyak amal baik. Namun, tak jarang kita masih belum bisa berproses secara sempurna dan terus-menerus dihantui mimpi-mimpi buruk yang membuat kita membenci diri sendiri.
Proses ini, menurut aku, harus dilalui sebelum bisa berjalan dengan tegak. Proses yang bagi sebagian orang harus dilalui secara manual, perlahan-lahan seakan-akan merangkak, dan tak jarang memerlukan bantuan orang lain.
Menyalahkan diri sendiri atas kejadian bukanlah solusi. Satu-satunya solusi adalah dengan menerima bahwa semua telah ditakdirkan dan tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerima dengan lapang dada. Kemudian memaafkan diri sendiri, dan terus berjuang agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, serta memperbanyak amal baik.
Dengan memaafkan diri sendiri maka hati akan lebih lapang, dan ini merupakan salah satu bukti penyerahan diri kita terhadap takdir Allah SWT yang telah terjadi. Tidak mudah. Dan kadang tidak bisa dilakukan sendiri, namun bukankah manusia adalah makhluk sosial? Bila tidak bisa dilakukan sendiri, maka mintalah bantuan orang yang terpercaya. Agar perlahan-lahan pikiran buruk dan kebencian terhadap diri sendiri pupus.
Jika kita bisa memaafkan kesalahan orang lain, mengapa tak kita maafkan salah diri sendiri yang tak sempurna ini?

9 September 2011

Selamat Ulang Tahun Fan…..!!!!!

Bismillahhirrahmannirrahim
Selamat ulang tahun Fan…..!!!!!
Diusiamu yang kian bertambah ini semoga apa yang kau cita-citakan akan segera tercapai. S’moga – tepat diangka ganjil (25) ini engkau semakin tangguh dalam menghadapi setiap cobaan yang diberikanNya, engkau bisa dan mampu melaluinya, amen….!!!!!
Selamat ulang tahun Fan….!!!!
Angka 25 semoga menjadi symbol kebangkitanmu, menjadi penggerak bagi langkahmu untuk melanjutkan hidup, sekarang saatnya bagimu untuk membuktikan bahwa engkau juga termasuk laki-laki yang memiliki asa dan impian seperti pria pada umumnya. Sekarang waktunya buatmu untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kau juga bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitarmu.
Selamat ulang tahun Fan…..!!!!!
Jangan lagi kau menoleh pada masa lalumu yang suram, sebab di depan cahaya kesuksesan menunggumu. Masalalu hanya akan mengiris hatimu, mencabik perasaanmu, dan menjungkalkan langkahmu yang seharusnya tetap kokoh berjalan di atas impian-impianmu.
Biarkan masalalumu yang menyakitkan itu menjadikanmu lebih kuat, lebih sanggup dan lebih perkasa mendaki jalan harapan yang semakin terjal. Telan rasa sakitmu, hapus air matamu yang hanya merugikan dan berakhir sia-sia.
Selamat ulang tahun Fan…..!!!!!
Jangan lagi kau pikirkan orang yang telah menyakitimu…..!!!!!!!
Yakinkan di hatimu kau bisa bahkan lebih hebat tanpa dia…..!!!!!
Tancapkan di ulu hatimu kau lebih tangguh darinya…..!!!!
Fan….!!!!, Ayo bangkit bersama dunia dan jalanmu…!!!!!
                                                                                       Bandilan, Selasa (05/09) 2011